oleh

Ahmad Sarwat : Siksa Neraka Bisa Diwakilkan

PERDANA MUSLIM – Siksa neraka ternyata bisa dan boleh diwakilkan kepada orang lain. Sudah ada yang tahu caranya? Atau mau tahu dulu haditsnya? Haditsnya saya yakin sudah sering dibaca.

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta.

” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman.

Mencela saudaranya, menuduh tanpa bukti, memakan harta, menumpahkan darah orang, memukul orang lain (tanpa hak). Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah kebaikannya kepada orang-orang itu.

Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim).

Lantas siapa yang mau bertindak sebagai wakil kita untuk merasakan pukulan malaikat di neraka nanti? Jika ditanyakan ke masing-masing orang, pasti tidak ada yang mau menyatakan dirinya.

Sebab ternyata banyak banget yang bersedia entah secara sadar diri atau memang pura pura tidak sadar. Apalagi di zaman medsos seperti ini, yang secara suka rela, ikhlas dan tulus mau jadi tumbal kita saling menganantri panjang.

Bukankah di medsos banyak sekali yang mencela kita? Banyak juga yang hobinya menuduh kita tanpa bukti. Banyak sekali kan? Nah kita bisa tertawa ketika membayangkan bagaimana mereka nanti di akhirat jadi wakil kita untuk diadili di neraka.

Sepertinya asyik, bukan apa-apa tapi coba bayangkan yang berbuat dosa kita, tapi yang mau nanggung dia. Asyik kan? So kalau kita sering dibuli, dikata-katain, dicaci, dihina, bahkan dituduh yang bukan-bukan, jangan sedih dulu.

Santai saja atau malah justru bahagia. Alhamdulillah terima kasih banyak ya Abang, Mpok, sudare-sudare sekalian. Sudah dengan ikhlas mau menanggung dosa-dosa saya dan sepenuh ridha untuk mewakili saya dalam menerima azab di neraka.

Sungguh perbuatan yang sangat menyenangkan buat saya dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kedepan nanti Saya sangat berharap Anda bisa lebih rajin lagi mencaci maki saya, agar lebih banyak lagi dosa saya yang anda tanggung.

Kalau perlu pagi siang sore dan malam hari diborong semua aja. Oh ya maaf juga ya. Pahala shalat, puasa, zakat, haji dan semua ritual yang sudah capek-cepak dikerjakan, ternyata malah dilimpahkan ke saya.

Sekali lagi terima kasih dan terima kasih. Nanti jangan lupa sampaikan salam kenal saya kepada Fir’aun, Namrudz, Abu Jahal, Dajjal dan siapa pun yang ketemu di neraka. Salam kenal dan salam kompak selalu.

Simpulnya seperti itulah contohnya ketika siksa neraka bisa diwakilkan kepada orang lain, Wallahu a’lam

Oleh : Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. MA

Editor : (rai/red)

Perdana News Group

Komentar

PERDANANEWS