oleh

Stop! Mengklaim Kebenaran Sejati

PERDANA MUSLIM – Dewasa kini banyak terjadi ditengah – tengah kaum muslimin yang hanya saling menyatakan kebenaran sejati sendiri tanpa mempedulikan kebersamaan untuk memperkuat umat. Serasa angka yang banyak hanya sebuah nilai kuantitifitas tanpa adanya kualitas.

Abu Ishaq Asy-Syirazi, seorang faqih dari Madzhab Asy-Syafi’i (W. 393 H) رحمه الله mengatakan, pada suatu malam aku tidak tidur malam bersama ayahku, sedang di sekeliling semua sudah tertidur pulas.

Saya berkata kepada ayahanda: “Dari semua yang tidur, tidak satupun yang menunaikan shalat sunnah 2 rakaat. Kemudian Abah berkata “Wahai anakku, jika kamu tidur itu jauh lebih baik daripada terjerumus untuk membicarakan kekurangan makhluk lain.

Sikap istiqamahmu jangan sampai membuka celah bagimu untuk mengolok-olok kesesatan orang lain dan jangan pernah memandang orang yang bermaksiat dengan pandangan angkuh atau sombong.

Sebab hati semua insan ada dalam genggaman Allah yang Maha Rahman, Yang membolak balikkan hati sesuai kehendakNya. Ketika Allah telah memilihkan bagimu jalan hidayah, itu bukan karena dirimu istimewa atau karena ketaatanmu. Tapi itu adalah rahmat dan kasih sayang Allah yang menghimpunmu.

Bisa jadi Allah SWT mencabutnya kapan saja, oleh karena itu jangan pernah sombong dengan ibadah dan ketaatanmu dan Jangan memandang hina orang yang tengah terpuruk dalam dosa kemaksiatan.

Andai bukan karena rahmat Allah, niscaya kamu pun akan termasuk di dalamnya. Jangan pernah punya persepsi, bahwa pencapaian istiqamahmu dalam ketaatan, adalah prestasi pribadimu.

Sebab Allah SWT berfirman dalam Al Quran (Q. S. 17 : 74) “Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka.”

Itu teguran Allah SWT terhadap Nabi ﷺ. Lalu bagaimana dengan dirimu? Umar bin Abdul ‘Aziz menegaskan, “Kami menemukan salaf bersikap bahwa ibadah itu tidak dilihat hanya puasa, shalat saja, tapi ketika mereka berhenti mengomentari kehormatan orang lain.

Sebab orang yang rajin menghidupkan malam dan shoum di siang hari, pada hari Kiamat semua akan sirna jika tidak mampu menjaga lisannya.

Mari akhiri, pengklaim kebenaran sejati sepihak, persepsi bahwa hanya kita yang sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah, akhiri perasaan bahwa kita seorang sebagai pemikul kebenaran sejati.

Oleh : Dr. Nandang Burhanudin

Editor : (rai/red MPN)

Perdana News Group

Komentar

PERDANANEWS