oleh

Bijak Dalam Agama Islam Ala Gus Baha

PERDANA MUSLIM – Allah Berfirman dalam Al Quran (Q.S. 2 :256) “Tidak ada paksaan dalam beragama”, artinya agama islam ini merupakan dien rahmah, penuh dengan kasih sayang terhadap umatnya. Bayangkan saja jika dalam agama islam ini tidak ada rahmah atau keringanan yang Allah berikan kepada kita, maka niscaya akan susah payah untuk melakukannya, bahkan mungkin tidak ada yang bisa melakukannya kecuali yang Allah kehendaki.

Qadha dalam ibadah, Jam’a Qasar dalam solat dua contoh itu merupakan bukti rahmahnya agama ini diluar kerahmahan agama ini yang lainnya.

Seperti sebuah nasehat yang disampaikan oleh salah satu ulama Indonesia yaitu Gus Baha mengenai rahmahnya agama ini, namun sering sekali para umatnya kurang bijak dalam menjalankannya.

Gus Baha pernah bilang “Jangan terlalu membesar-besarkan hal yang berpotensi membuat orang biasa jadi susah menjalankan syariat Islam”.

“Hindarilah omongan seperti misalnya saat bulan Rhamadan: “Rugi, Ramadhan hanya setahun sekali kok gak sholat tarawih di masjid berjama’ah.” Itu namanya tak menghargai perasaan orang.

“Di luar sana itu, ada satpam, penjaga toko, tukang ojek, tukang parkir, dan banyak pekerja di malam hari yang mungkin menangis di dalam hati. Mereka juga ingin tarawih, tapi apa daya mereka sedang bekerja.”

“Tarawih itu sunah. Sementara mencari nafkah itu wajib. Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu hal yang lebih utama”.

“Dan dalam riwayat jelas sekali, Kanjeng Nabi ﷺ itu sangat mencintai sholat tarawih, tapi beliau sengaja meninggalkannya setelah beberapa hari sholat, supaya tarawih tidak dianggap sebagai ibadah wajib.”

Bahkan dalam hal sholat wajib, Gus Baha mewanti-wanti agar imam sholat jangan terlalu lama membaca bacaan sholat.

“Kanjeng Nabi ﷺ itu sangat suka sholat. Suatu saat ketika beliau mengimami sholat, beliau mendengar bayi menangis.

Kanjeng Nabi ﷺ memutuskan untuk mempercepat sholatnya. Khawatir kepada ibu dari bayi yang sedang menjadi makmumnya.

Gus Baha juga pernah disowani oleh kiai yang mengeluh karena jama’ahnya tak bertambah.

Sambil tertawa Gus Baha menjawab, “loh Jangan-jangan orang yang tidak datang sudah hebat.”

“loh Kok bisa, Gus..?”

“Kamu kan mengajarkan supaya orang berbuat baik kepada keluarganya. Mungkin orang yang tidak mengaji itu sedang mempraktekkan ajaran itu. Dia mungkin sedang makan Bakso dengan keluarganya.

“Kamu kan mengajarkan supaya orang mencari nafkah yang halal. Nah, orang yang tidak datang itu mungkin sedang bekerja mencari Nafkah yang halal untuk kehidupan keluarganya.”

Kiai itu terdiam. “Masak sih, Gus..?”

“Loh kamu itu dikasih tahu kok gak percaya. Makanya, jadi kiai itu yang bijak”.

“Kiai itu penyangga umat banyak. Kalau mau bikin kajian, ya jangan saat orang bekerja. Jangan sampai orang-orang berpikir bahwa Islam itu hadir sebagai masalah.”

Perdana News Group

Baca Lainnya : 5 Benefit Tadarus Al Quran di Bulan Ramadhan

Komentar

PERDANANEWS