oleh

Jangan Coba – Coba, Ini Hukuman Nabi Palsu

PERDANA MUSLIM – Akhir waktu ini umat islam Indonesia sedang digegerkan dengan adanya seorang warga negara indoneisa yang menyebarkan ujaran kebencian trehadap ajaran agama islam dan mencela rosulullah ﷺ sekaligus menyebut dirinya sebagai nabi ke – 26, tentunya ini merupakan nabi palsu dengan ucapan yang penuh kebohongan diatas kebohongan.

Joseph Paul Zhang dalam akun youtubenya dia dengan sengaja dan terang – terangan menyebarkan kepada publik atas uajaran kebenciannya terhadap agama islam, hingga kini pria tersebut masih dalam proses daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak yang berwajib atas laporan yang dibuat seorang muslim yang mewakili umat islam.

Keberadaanya masih ditelusuri hingga jejak terakhirnya diketahui di Jerman namun oleh pihak Kedutaan Besar Indonesia untuk Jerman menepis keberadaanya dan menyebutkan bahwa Joseph sudah keluar dari negara tersebut.

Fenomena miris melukai hati umat seperti ini sudah berkali kali muncul dengan metode variasi yang berbeda beda, hamper setiap tahun bahkan di bbumi pertiwi ini bermunculan orang – orang yang sudah hilang akalnya dengan menyebut dirinya sebagai nabi bahkan tuhan.

Namun yang lebih herannya masih ada berikut pengikutnya sebagai pengayom dan pendukung dari nabi – nabi dan tuhan palsu tersebut.

Sebenarnya motif ini yang harus kita telusuri hal apa yang membuat seseorang entah dari background agama manapun yang nekat berbuat seperti ini karna disemua ajaran mengajarkan kebenaran dan ketuhanan yang ESA.

Fenomena seperti ini terlebih muncul di bulan suci umat islam, tentunya menjadi sebuah propaganda, kerenggangan, bahkan bisa jadi akan menimbulkan rasa kebencian antar umat beragama.

Siapapun itu yang telah melakukan perbuatan nista, ujaran kebencian, melecehkan ajaran dan nabinya harus ditindak secara tegas dengan hukuman yang jera agar kelak kedepannya tidak terjadi Kembali kejadian seperti ini.

Dalam semua agama yang ada di Indonesia mengajarkan rasa saling toleransi beragama walau dengan aturan dan Batasan masing – masing yang ada didalam ajrannya. Terkecuali jika mungkin seseorang terserbut tidak beragama yang membuatnya berfikir untuk membuat agama dan nabi sendiri, tentunya perbuatan keji seperti itu tidak ada yang membenarkan.

Lantas apa pandangan dan hukuman islam terhadap para nabi palsu, karena fenomena nabi palsu sudah ada dari sejak zaman Rosulullah ﷺ apalagi ketika beliau sudah wafat makin bermunculan yang mengaku dirinya sebagai seorang nabi.

  • Hukuman Bagi Nabi Palsu

Sudah menjadi ketetapan Allah bahwa nabi terakhir merupakan Nabi Muhammad ﷺ maka tidak dibenarkan sama sekali jika ada yang mengaku dirinya sebagai nabi dan rosul setelah wafatnya baginda Rosulullah ﷺ.

Dikutip dalam salah satu ceramahnya Buya Yahya ketika beliau ditanya oleh salah seorang jamaahnya mengenai tanggapan hukuman bagi seorang mengaku sebagai nabi padahal dia merupakan nabi palsu yang diunggah (15/12/18), beliau menerangkan dahulu zaman Rosulullah ﷺ atau para khilafah jika didapati seorang yang mengaku dirinya sebagai nabi atau rosul maka akan langsung diperangi dan dihukum mati.

Apakah hukuman tersebut bisa dijalankan pada zaman ini di Indonesia? Kita harus ketahui terlebih dahulu terkait hukum dalam islam.

Dalam islam hierarki hukum dibagi menjadi tiga yaitu hukum fard, qodhy dan hukum imamah. Adapun hukum fard merupakan hukum seputar diri sendiri atau permasalahan seperti hukum meninggalkan solat, zakat, puasa di masing – masing individu.

Yang kedua merupakan hukum qodhy atau hukum yang harus dilaksanakan dengan hakim yang adil, seperti permasalahan waris atau pembunuhan yang terjadi, maka hukum yang harus ditegakkan adalah hukum hakim didalam persidangan dengan eksekutor yang dipercaya bukan hukum fard dalam kata lain main hakim sendiri.

Yang terkakhir adalah hukum imamah, hukum ini melibatkan suatu permasalahan yang harus dipecahkan melalui imam besar.

Maka kesimpulannya adalah suatu hukum yang pernah dilakukan oleh nabi dan para khilafah merupakan suatu kebenaran dan masih berlaku hingga saat ini. Seorang yang diketahui jika dia seorang muslim maka dia dihukumi mutad juga bari para pengikutnya jika mereka memang merupakan seorang muslim.

Namun perlu diketahui Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki aturan atau hukum yang sudah diatur, konteks permasalahan Joseph ini merupakan bagian dari hukum qodhy atau harus melalui persidangan.

Maka sepenuhnya kita serahkan kepada aparat dan isntansi yang terkait juga berwenang dalam ranah hukum ini untuk menyelesaikan dan memepertanggung jawabkan perbuatan keji dan nista Joseph ini.

Terkait ditegakkan atau tidaknya hukum islam di Indonesia, semua kembali kepada para pemimpin yang mengemban amanah di negeri ini juga selaku orang yang paling paham dan memiliki kekuasaan, semoga Allah selalu merahmati dan mengampuni juga memberikan hidayah kepada para pemimpin kita di negeri ini.

Wallahu a’alam

Perdana News Group

Komentar

PERDANANEWS