oleh

Makin Panas! Habib Rizieq Sebut Bima Arya Berbohong

Emosi Habib Rizieq tak terkontrol ketika berada dalam persidangan kasus tes swab RS Ummi. Emosi kemarahannya itu dipicu karena kesaksian yang dibawakan oleh Bima Arya, Wali Kota Bogor.

Seperti yang dilansir dari detikcom, dalam persidangan itu merupakan pemeriksaan para saksi, Bima Arya mengungkapkan beberapa hal perihal kesaksiannya. Salah satunya yaitu perihal Habib Rizieq yang melakukan tes swab secara diam-diam dan menyembunyikan hasil tesnya.

Padahal, kata Wali Kota Bogor itu, menantunya, Hanif Alatas sudah sepakat tes Habib Rizieq akan didampingi oleh pihaknya. Namun kenyataannya, Habib Rizieq  sudah melakukan tes swab lebih dulu secara diam – diam.

“Saya minta ke rumah sakit untuk menginformasikan kedatangan tim MER-C jam berapa, tetapi dr Andi menyampaikan bahwa masih menunggu kedatangan dari Jakarta, mungkin setelah salat Jumat kemudian kami bersiap-bersiap mengirim tim pendamping setelah salat Jumat,” Ucap Bima Arya di PN Jaktim, Rabu (14/4/2021).

“Tapi sudah sepakat untuk melakukan swab?” tanya jaksa.

“Sudah sepakat untuk mendampingi tes swab, ternyata menurut Andi, swabnya sudah dilakukan tanpa sepengetahuan dan konfirmasi beliau,” jawab Bima Arya.

Bima Arya juga menyebut bahwa Habib Rizieq tidak mau menyampaikan hasil tes swabnya. Penolakan itu bahkan dikirimkan melalui surat yang dituliskan kepadanya.

“Kami tunggu dihari Sabtu,tapi yang saya terima malah surat Habib Rizieq kepada saya, namun disampaikan kepada terbuka. Suratnya berisi yang tidak berkenaan untuk menyampaikan hasil swab PCR. Diketik, ditandatangani, saya mendapatkan fotokopi dan ditujukan kepada wali kota,” ujar Bima Arya.

Oleh karena itu Bima Arya menganggap bahwa RS Ummi tidak mau berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Kota Bogor. Sehingga dia memutuskan untuk melaporkan RS Ummi karena dituduh menghalangi proses pencegahan penularan wabah COVID-19 di Kota Bogor.

“Karena pihak RS Ummi tidak menyampaikan laporan apa adanya. Dalam melaksanakan tugasnya sudah seharusnya menyampaikan laporan secara berkala atau setiap ditemukan kasus suspek COVID-19. Jadi sebelum terkonfirmasi pun ketika masih suspek harus tetap dilaporkan. Karena kami setiap hari harus melakukan data,” Ujar Bima Arya.

Saat giliran Habib mengajukan pertanyaan, Habib Rizieq merasa heran dan bertubi-tubi mencecar kesaksian yang dibawakan oleh Bima Arya, wali Kota Bogor.

Habib Rizieq mengklaim bahwa alasannya tidak bisa menyampaikan hasil tes swab karena saat itu hasilnya belum keluar dan ketika akan melakukan swab dengan tim dokternya sudah menunggu tim SATGAS namun tidak kunjung datang.

“RS Ummi bilang tunggu hasil PCR. Ketika hasil PCR masuk, RS Ummi akan berikan laporan. Anda saja tidak sabar. Besoknya langsung laporkan ke polisi,” Ujar Habib.

“Jadi sebenarnya anda punya rencana apa? Tadi saya katakan, tanggal 26 anda datang ke RS, tanggal 27 RS MER-C datang, tanggal 28 anda langsung lapor polisi. Sigap betul anda. Semangat betul anda untuk memenjarakan orang, semangat betul anda mengkriminalkan orang.

Habib Rizieq juga mempertanyakan perihal pernyataan Bima Arya dalam berita acara pemeriksaannya (BAP). Dia mengaku heran wali kota sekaligus kepala Satgas COVID-19 Kota Bogor itu menganggap dirinya berbohong perihal hasil swab tes dirinya di RS Ummi.

“Di mana bohongnya? Saya tidak sebut positif COVID atau negatif. Yang saya cuma rasa segar. Nilai bohongnya di mana? Kalau saya dapat PCR kemudaian disebut pembohong, saya ridha,” tambahnya.

Setelah merespon dari penyataan kesaksian yang ditunjukan oleh Bima Arya kepadanya, Habib Rizieq mulai tidak mengontrol emosi dan mengatakan bahwa pada persidangan ini Bima Arya telah berbohong.

“Kalau begitu saya buat pernytaan saja bahwa saksi Bima Arya hari ini telah berbohong. Melanggar kesepakatan dia telah berbohong. Tidak ada melanggar kesepakatan, kesepakatan itu masih berjalan. Rumah Sakit Ummi tidak bisa memberikan kepastian karena tes PCR dilakukan siang itu. Tapi yang bersangkutan tidak sabar, Bima Arya,Wali Kota Bogor di dalam persidangan ini telah melakukan kebohongan, saya minta dicatat bahwa Bima Arya di pengadilan yang mulia ini telah melakukan kebohongan diatas kebohongan. Terimakasih” kata Habib Rizieq dengan nada tinggi.

Kemudian Jaksa penuntut umum menyela pernyataan Habib Rizieq itu.  Namun Habib tidak terima disela dan terlihat semakin emosi.

“Cukup, jaksa penuntut umum. Ini hak saya bicara. Cukup,” teriak Habib Rizieq sembari menunjuk-nunjuk JPU.

Majelis hakim kemudian berusaha menenangkan. Hakim meminta semua pihak untuk bersabar.

“Saudara terdakwa sabar. Saksi sabar, penuntut umum sabar,” tegas hakim.

Namun Habib Rizieq masih terus marah dan kukuh menyebut Bima Arya berbohong.

“Beliau sudah disumpah untuk tidak berbohong. Sekarang saya buktikan beliau berbohong. Itu hak saya penuntut umum,” kata Habib Rizieq.

Usai persidangan, Bima Arya langsung merespon tudingan berbohong yang dilontarkan Habib kepadanya.

“Habib menyayangkan bahwa saya menyatakan Habib berbohong, apa yang habib sampaikan di saat di Rumah Sakit Ummi bahwa beliau itu sehat dan sebagainya memang tidak sesuai,” Respon Bima Arya.

“Tim dokter kan menyampaikan kepada Habib tadi, bahwa dia di Rumah Sakit Ummi itu antigennya sudah positif dan kemudian indikasi COVID-nya juga ada, artinya memang sedang tidak sehat, ini yang kita antisipasi penting, karena saya harus memutus rantai penyebaran. Nah bagi saya bukan mengumumkan hasil PCR-nya bukan, bukan ingin tahu mengumumkan namanya bukan, tapi paling tidak protokolnya saja kan setiap hari saya harus tau probable, possible terkonfirmasi berapa, suspect berapa kalaupun Habib hanya suspect ya dilaporkan,” Tambahnya.

Bima Arya juga menegaskan Kembali bahwa RS Ummi tidak kooperatif, jika kooperatif maka persidangan ini tidak aka nada.

“Kalau RS Ummi kooperatif sidang ini tidak akan terjadi, yang saya sayangkan Rumah Sakit Ummi tidak kooperatif dan fokus kita ada di satgas dengan Rumkit Ummi,” ucap Bima.

Komentar

PERDANANEWS