oleh

Musibah Gempa Melanda, Apa Kata Islam?

PERDANA MUSLIM – Sabtu kemarin (10/04) musibah gempa dengan berkekuatan sebesar 6.7 SR mengguncang daerang Malang dan sekitarnya bahkan hingga hari Minggu (11/04) gempa susulan masih melanda dan tercatat sementara sampai saat ini banayak kerusakan bangunan termasuk pemukiman dan 8 korban jiwa yang diakibatkan gempa ini.

Padahal belum lama bencana banjir bandang melanda NTT apalagi dengan musibah wabah Covid 19 yang sudah setahun lebih ini belum usai melanda bumi pertiwi. Bisa dikatakan dari awal tahun ini banyak bencana – bencana yang melanda Indonesia.

Lantas apa yang bisa diambil dari semua bencan yang melanda di Indonesia ini, banyak yang nmengatakan hal ini semua merupakan “azdab dari Sang Kholiq”.

Ungkpan seperti ini tidak bisa langsung dibenarkan atau disalahkan karena pernyataan tersebut hanya bisa dijawab oleh kita sendiri sebagai seorang hamba.

  • Instropeksi Diri dan Bertaubat

Terlepas adzab atau bukan bencana yang melanda Indonesia, sudah seharusnya sebagai orang islam menyikapi bencana yang datang adalah benar datang dari Allah seperti dalam al quran (Q. S. Al Baqoroh : 155-156) “Dan sungguh akan kami timpakan kepada kalian musibah berupa ketakutan, kelaparan, kehilangan harta, kehilangan anggota keluarga dan pangan. Dan kabarkan lah kepada orang orang yang sabar. Yaitu orang yang ketika ditimpa musibah merak berkata sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali…”.

Dari ayat tersebut selayaknya ketika kita ditimpa musibah kita harus percaya semua datangnya dari Allah bukan malah mencari sesosok pelampiasan sebagai kambing hitam.

Karena ketika seorang muslim ditimpa musibah sudah seharusnya bertambah ketaantannya, musibah yang terjadi dijadikan sebuah peringatan.

Instropeksi diri atau muhasabah diri kita yang harus kita lakukan, apa yang belakangan ini kita lakukan apakah sudah terlalu jauh dari jalanNya? Atau kita terlalu lalai dengan perintahNya. Dalam hadist yang diriwiyatkan oleh Tirmidzi “Setiap anak adam pasti berbuat kesalahan dan sebaik – baik orang yang berbuat kesalahan adalah bertaubat”.

Ketika kita meyakini bahwa ini ada keterpautan dengan yang kita lakukan belakangan ini maka meminta ampun kepada Allah adalah sebuah jalan yang harus dilakukan.

  • Saling Membantu

Sudah tentu dalam setiap musibah pasti menimbulkan kerusakan pada yang tertimpa, sudah kewajiban bagi setiap muslim untuk saling membantu seperti firman Allah (Q. S. Al Maidah : 2) “..dan saling tolong menolonglah kalian dalam kebaikan…”.

Perintah ini berlaku bagi setiap muslim untuk membantu sesama bukan perdebatan saling tuduh yang tidak ada akhirnya. Saudara kita banyak yang sedang dalam kesulitan hilang harta bahkan hilang keluarga, maka kewajiban kita meringankan dari beban yang sedang mereka alami saat ini.

Apakah harus dengan materi, islam merupakan agama yang mudah. Segala sesuatu termasuk ibadah kembali kepada kemampuan hambanya. Dalam menjalani sebuah ketaqwaan kita hanya diperintahkan untuk berusaha semampu yang kita lakukan.

Komentar

PERDANANEWS