oleh

Awal Mula Tradisi Agama Islam Nusantara

PERDANA MUSLIM – Menurut data sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS pada tahun 2010, warga negara Indonesia yang menganut agama islam jumlahnya 207.176.162 Jiwa dari total jumlah penduduk sebesar 237.641.326 jiwa.

Hal ini bisa disimpulkan islam menjadi agama yang mendominasi di Indonesia yaitu sebesar 87 persen.

Pertanyaannya bagaimana awal islam bisa masuk ke Indonesia dengan angka ril yang ada saat ini begitu besar? menurut ilmu anttropologi tradisi adalah suatu yang sulit berubah karena sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat.

Bisa diartikan tradisi sebagai bentuk norma yang telah dibekukan dalam kehidupan masyarakat.

Islam dan tradisi merupakan suatu model akulturasi yang tidak tetap melainkan berlangsung secara kompatibel dan kontekstual.

Islam juga memiliki arti spiritual sebuah makna yang mempengaruhi, memotivasi dan mendorong perilaku suatu individu.

Jika menguraikan tradisi islam dalam suatu kelompok maka hal itu sama dengan menelusuri karaktersitik islam yang tumbuh pada dalam tradisi populer pada suatu kelompok.

Tradisi populer yang ada dalam suatu kelompok masyarakat seperti pengetahuan, doktrin, praktek, kebiasaan yang diwariskan secara turun temurun setiap generasinya, merupakan sebuah arti umum.

Kemudian melalui pendekatan sosiologis agama islam masuk dan hidup diantara tradisi yang ada dan kelompok masyarakat.

Namun tradisi tidak ada satu pun yang dapat secara sempurna menjawab segala persoalan yang ada pada suatu kelompok masyarakat, maka dari itu islam sebagai pelengkap dari kekurangan tradisi yang ada pada suatu kelompok dalam menjalani kehidupan yang lebih bernilai religius serta sosial.

Islam dalam segi bahasa berasal dari kata سلم (baca : salama) artinya mengakui atau berdamai, maka arti yang bisa lebih diambil merupakan mengikatkan diri atau berserah diri yang bersifat kekal antar dua esensi yaitu hamba dengan Rabbnya.

Allah berfirman dalam Alquran (Q. S. 3 : 19) “sesunguhnya agama yang diridhoi oleh Allah adalah islam”. Hal ini bisa disimpulkan bahwasannya tidak ada agama selain islam yang diridhoi oleh Allah, maka dari itu Allah menjadikan islam sebagai pentujuk bagi manusia dengan menyampaikannya melalui sarana Malaikat Jibril atas kehendakNya dan kembali tersampaikan kepada manusia terpilih yaitu Rasulullah ﷺ.

Hukum dalam Islam tidak hanya mengajarkan tentang manusia sebagai mahluk sosial melainkan mengajarkan juga manusia sebagai mahluk yang beragama.

Komentar

PERDANANEWS